Selayang Pandang

img img-thumbnail img-responsive
Mas<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-ID X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} </style> <![endif]-->

PROFIL DESA

 

2.1 Kondisi Desa

2.1.1 Sejarah Desa

a. Legenda Desa

 

Sejarah Pendiri Desa Pulolor (1880-an)

Seseorang atau sekelompok tiga bersaudara yang bernama Gambar (Sumo), Gadri, Gasim telah melakukan pengembaraan dan tinggal di wilayah Pulolor yang pada waktu itu wilayah tersebut masih berupa rawa-rawa yang terdapat pulau kecil-kecil, mereka melakukan babat alas (mendirikan desa) diwilayah Pulo kulon, Pulo kalimalang dan Pulo Pandean.

Mereka berasal dari daerah yang jauh, dalam pengembaraannya tentu memrlukan waktu yang cukup lama, karena pada waktu itu belum ada kendaraan, mereka berasal dari daerah Gembong Pasuruan dan pada waktu itu terkenal dengan sebutan Blambangan dengan suku Madura.

Pada tahun yang sama, dating rombongan lain yang mendirikan desa(kampong) di daerah Pulo wetan, Pulo sampurno. Dia adalah orang yang terkenal arif, yang meninggal dunia dan dimakamkan dimakam Pulo sampurno. Dialah yang pertama kali dimakamkan dimakam pulo sampurno. Anak cucunya pernah menjabat sebagai Kepala Desa pertama di Desa Pulolor yaitu Lurah Sumoyudho.

Seseorang yang bernama Mbah Renggolo juga termasuk turut memperluas wilayah Pulo Lor.

 

Asal Usul Nama Desa (1880-an)

Rawa-rawa yang dipenuhi oleh pohon ilalang, pohon bakau, pohon kelapa dan pohon waru gombong, ini sering sekali terbakar. Sehingga sebelum nama Pulo Lor , desa ini dinamakan dengan Pulo Karang Gosong.

Mbah Gambar, Mbah Gadri dan Mbah Gasim memberi nama Pulolor, karena Mbah Gambar tinggal di Pulo ini. Sedangkan Mbah Gadri dan Mbah Gasim mengembara lagi ke daerah selatan yaitu daerah Ngoro yang sekarang terkenal dengan nama desa Pulorejo Kecamatan ngoro.

Ø  Arti dari Pulo Karang Gosong adalah karena sering terjadinya kebakaran.

Ø  Arti Pulo lor adalah karena si pendiri  pada waktu itu mendirikan desa di Pulo sebelah utara..

Ø  Pulo berasal dari kata pulau, yang berarti daratan. Jadi Pulolor  adalah kepulauan yang terdapat di wilayah utara.          

Pada awal tahun 1880-an ini banyak pendatang yang menempati wilayah Pulo Lor, jumlah penduduk-nyapun  mulai bertambah, sehingga terlihhat ramai. Mereka memiliki bermacam-macam ketrampilan, misalnya; bertani, pedagang, pengrajin sehingga mereka dapat saling meemnuhi kebutuhannya.

Cerita lain juga menyebutkan, bahwa asal usul nama desa Pulolor adalah, berawal dari cerita sebagai berikut;

Awal sejarah bahwa diwilayah tersebut ada  3 (tiga) tokoh yang sampai saat ini diakui oleh masyarakat sebagai cikal bakal sejarah jombang.

Tiga orang tersebut adalah;

1. Mbah Pagon

2. Mbah Malang

3. Mbah Singgun

Dalam sejarah jombang bahwa ketiga tokoh tersebut wilayah letak kota Jombang, tetapi salah satu dari ketiga tokoh tersebut tidak setuju, akan tetapi meminta agar kota Jombang diletakkan di wilayah Dapur Kejambon yaitu Mbah Singgun. Terjadilah peperangan dan tubuhnya ditinggalkan (disampirkan) di wilayah semampir yang sekarang menjadi dusun jagalan, dan tubuhnya menjadi ular yang sangat besar. Adapun antara mbah Pagon dan Mbah Malang melanjutkan perjalanannya menuju ke arah selatan. Dan salah satunya yaitu Mbah Malang menuju desa PULO LOR.

PULOLOR mempunyai arti yang diambil dari kondisi wilayah tersebut,. Pulo berarti wilayah tersbut dikelilingi banyak air (gisikan) seperti rawa-rawa dan didalamnya masih banyak tanaman terutama pohon bamboo dan kelapa.

LOR, berarti wilaya tersebut masih banyak berupa rawa-rawa atau berupa LOR-LORAN. Makna lor-loran diambil dari kata Lor berarti Lor.

Dusun Pulowetan; juga merupakan wilayah / tempat bersemayamnya tokoh yang mbah rekso desa Pulo Lord an sampai sekarang tempat tersebut dijadikan punden Dsa Pulo Lor (Mbah grasak). Jadi dapat dikembangkan lagi dalam pengertian bahwa wiwitane (asal usulnya) yang mbabat alas desa Pulolor. Kata wiwitane dapat bermakna Wetan.

Dusun Pulo Pandean; Di dusun Pulo Pandean ada punden yaitu Mbah Ketimbo, menurut sejarah orang tersebut adalah bekas prajurit Mataram. Nama Pulo Pandean terdapat sejarah pada awalnya wilayah tersebut dulunya bernama Pulo Damar karena sebagaian besar masyarakat setempat mata pencahariannya membuat dammar, kemudian ganti nama Pulo Damar dan sampai dengan sekarang menjadi Pulo Pandean karena dulu dari perubahan jaman masyarakat setempat mata pencahariannya sebagai pandai besi seperti pisau, sabit, cangkul dll.

Pemerintahan Desa (1900-an)

Desa Pulolor pernah dipimpin oleh kepala desa seperti yang tersebut di bawah ini;

  1. Sumoyudho                              Tahun 1900-an
  2. Gunarso                                   Tahun  1945-an
  3. Parto Wijoyo (jaeni) s/d Tahun 1960-an
  4. Parto lasimin                            Tahun 1965-an
  5. Parto Sujono                             Tahun 1965-an
  6. Pawarso Partojoyo                    Tahun 1969 s/d 1990-an
  7. Mahmud PS                              Tahun 1990-an
  8. Suharto                                     Tahun 1999-an ( Menjabat dua kali periode sampai  tahun

      2013 )

 

 

Jumlah penduduk pada awalnya ± 500 orang dan pada akhirnya jumlahnya bertambah sampai beberapa kalilipat.

            Jumlah dusun pada awalnya berjumkah 6 dusun, kemudian berkembang saat ini menjadi 7 dusun, yaitu;

  1. Pulo wetan, karena disebelah timur sungai
  2. Pulo kulon, karena disebelah barat sungai
  3. Pulo Gentengan, karena dulu ada jambangan yang digunakan untuk memasak gula
  4. Pulo Kalimalang, karena ada sungai yang melintang
  5. Pulo Pandean, karena masyarakatnya pandai untuk membuat tambang dan kulit waru gombong.
  6. Pulo Tawangsari, karena ada pohon Tawang yang kelihatan asri (indah dan sejuk)
  7. Perum Pulo Asri Sejahtera pada tahun 1995

 

Luas tanah desa Pulolor adalah 111.900 m3 yang digunakan sebagai lahan pertanian, yakni petani polowijo, kelapa, dan lain-lain.

 

Perjalanan Sejarah Aktifitas/Kegiatan Masyarakat

 

Tahun 1800-an

Masyarakat pada mulanya adalah bertani

Tahun 1904-an

Pendatang dari Jawa tengah bekerja bekerja sebagai pedagang polowijo, beliau bernama Umar Sayyid Cokro Hadiningrat, dia tinggal dibumi kita dan kini bernama Pulo Gentengan. Setelah tinggal beberapa lama beliau merintis untuk membuat gula dengan mendatangkan tenaga ahli dari jawa tengah dan tenaga local (masyarakat setempat)

 

 

Tahun 1911

Umar Syayid Cokro Hadiningrat  merintis pabrik gula yang sekaran disebut PG Jombang baru, yaitu pada masa pemerintahan lurah Sumoyudo.  Adapun yang menjabat sebagai waker (Kadiskam) adalah mbah sarip.

Tahun 1914

Ø  Pabrik gula mulai berjalan dengan baik, tenaga kerja lokalpun etrserap. Sebagai pelengkapnya dibangun ketel induk guna kelancaran produksinya.

Ø  Karena serakahnya penjajah Belanda, PG yang dimiliki oleh perseorangan akhirnya diambil alih untuk digunakan memenuhi kebutuhannya.

Ø  Sumberdaya alam lain yang terdapat di Pandean adalah lahan waru gombong yang digunakan untuk tambang.

Ø  Dipulo wetan juga terdapat tanaman pohon kelapa yang cukup melimpah.

Ø  Ditawangsari terdapat pohon tawang yang sangat indah, bunga dari pohon tersebut dapat dijual dengan harga yang cukup mahal, sehingga dapat meemnuhi kebutuhan hidup warga setempat.

Ø  Sebelum pemerintahan lurah Sumoyudho ada yang dikenal sebagai Kepala Kampung yaityu Bapak Abd. Rowi dari Mojoagung.

Tahun 1920-an

Dibangun jalan dengan kerja rodi (kerja paksa) yang menghubungkan jalan selatan (Jalan Basuki Rahmad Jambu) dengan Jalan Utara (Jalan A. Yani Gentengan)

Perjalanan  Sejarah  Berdasarkan Wilayah Desa

Pulo wetan, tahun 1943 – 1979

Ø  Pulo wetan masih berupa rawa dan rumpun bamboo

Ø  Di Pulo Wetan telah didirikan Sekolah Rakyat, yang sekarang ini berubah menjadi SDN Pulo 1, pda waktu itu pemerintahan masinh dipegang oleh Parto Joyo (Jaeni)

Ø  Pada tahun 1979 Listrik sudah masuk ke desa.

Pulo kulon tahun 1942 – 1982

Ø  Pada Tahun 1942 hampir semua wilayah Pulolor terserang wabah cacar, yang angka kematiannya ± 7 oarng perhari

Ø  Pada tahun 1960 Pulo kulon disebut Pulo krajan, karena pemerintahan desa sering berkedudukan di Pulo kulon.

Ø  Tahun 1960 juga, di pulo kulon dihebohkan dengan seorang maling sakti bernama H. Sunandar yang berdomisili di Pulo Kulon. Pada saat ini rumah tersebut berkedudukan dijalan Kapten Tendean No. 139 RT 04 RW 5 Pulo Kulon. Pada saat ini rumah tersebut berkedudukan di jal;an Kapten Tendean No 139 RT 04 RW 05 Pulo Kulon. Setelah beberapa lama, maling tersebut ditangkap oleh masyarakat dan dihajar beramai-ramai sampai meninggal dunia.

Ø  Pada tahun 1965, gerakan G 30 S/PKI banyak sekali, sehingga banyak orang menunaikan sholat di musholla-musholla untuk menghindarinya. Kejadian ini hamper terjadi disemua wilayah.

Ø  Pada tahun 1975 didirikan SDN Pulolor III

Ø  Pada tahun 1981 didirikan SDN Pulolor IV

Ø  Pada tahun 1982 listrik masuk desa

Pulo Gentengan tahun 1904 – 1990

Ø  Pada tahun 1904 dikenal dengan sebutan Bumi Kita

Ø  Ditahun yang sama, ada pembuatan gula secara manual dan pemiliknya seorang pedagang yang berasal dari Jawa Tengah

Ø  Tahun 1950 didirikan Taman Siswa pindahan dari Taman Dewasa Denanyar

Ø  Pada tahun 1970 Listrik masuk desa

Ø  Tahun 1990 banjir melanda diseluruh wilayah Pulo Lor yang disebabkan putusnya tanggul di desa Gabus

 

Pulo Kalimalang tahun 1943-1980an

Ø  Pada tahun 1943 didirikan Sekolah Rakyat

Ø  Tahun 1980 Listrik Masuk desa

 

2.1.2 Demografi

Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.

Desa Pulo Lor  merupakan salah satu dari 16 desa di wilayah Kecamatan Jmbang, yang terletak 1 Km ke arah Utara dari Kecamatan Jombang,  Desa Pulo Lor  mempunyai luas wilayah seluas 243,8 hektar. Adapun batas-batas wilayah desa Pulo Lor :

 

BATAS DESA

Sebelah Utara

Desa Jombang,Kecamatan Jombang

Sebelah Selatan

Desa Sengon , Kecamatan Jombang

Sebelah Timur

Desa Kepatihan ,Kecamatan Jombang

Sebelah Barat

Desa Denanyar,Kecamatan Jombang

 

ukkan beberapa text disini